IDENTIFIKASI
MANFAAT EKONOMI SUMBERDAYA HUTAN KEMIRI (Aleurites moluccana)
Dosen penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko,
S.hut., M.Si.
Oleh:
Malony Marina
171201072
HUT 4A

PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Makna hutan sangat bervariasi sesuai dengan
spesifikasi ilmu yang dibidangi. Dari sudut pandang orang ekonomis, hutan
merupakan tempat menanam modal jangka panjang yang sangat menguntungkan dalam
bentuk Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Menurut sudut pandang ahli silvika, hutan
merupakan suatu assosiasi dari tumbuh-tumbuhan yang sebagian besar terdiri atas
pohon-pohon atau vegetasi berkayu yang menempati areal luas. Sedangkan menurut
ahli ekologi mengartikan hutan sebagai suatu masyarakat tumbuh-tumbuhan yang
dikuasai oleh pohon-pohon dan mempunyai keadaan lingkungan berbeda dengan
keadaan di luar hutan (Arief, 2001).
Hutan memberikan manfaat yang besar bagi
kehidupan manusia, mulai dari pengatur tata air, paru-paru dunia, sampai pada
kegiatan industri.. Sebagai salah satu sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan
untuk memenuhi kebutuhan manusia, manfaat hutan dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu manfaat tangible (langsung/nyata) dan manfaat intangible (tidak
langsung/tidak nyata). Manfaat tangible atau manfaat langsung hutan
antara lain : kayu, hasil hutan ikutan, dan lain-lain. Sedangkan
manfaat intangible atau manfaat tidak langsung hutan antara lain : pengaturan tata air, rekreasi, pendidikan, kenyamanan lingkungan, dan
lain-lain.
antara lain : kayu, hasil hutan ikutan, dan lain-lain. Sedangkan
manfaat intangible atau manfaat tidak langsung hutan antara lain : pengaturan tata air, rekreasi, pendidikan, kenyamanan lingkungan, dan
lain-lain.
Berdasarkan kemampuan untuk dipasarkan,
manfaat hutan juga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : manfaat marketable dan
manfaat non-marketable. Manfaat hutan non-marketable adalah barang dan jasa
hutan yang belum dikenal nilainya atau belum ada pasarnya, seperti : beberapa
jenis kayu lokal, kayu energi, binatang, dan seluruh manfaat intangible hutan.
1.2 Rumusan
Masalah
1.2.1
Bagaimana
deskripsi kemiri?
1.2.2
Bagaimana
klasifikasi kemiri?
1.2.3
Apa saja
manfaat dari kemiri?
1.2.4
Bagaimana
cara pengolahan produk dari pohon kemiri?
1.3 Tujuan
1.3.1
Untuk mengetahui deskripsi kemiri
1.3.2
Untuk mengetahui klasifikasi kemiri
1.3.3
Untuk mengetahui manfaat kemiri
1.3.4
Untuk mengetahui cara pengolahan produk dari
pohon kemiri
BAB II
ISI
2.1 Deskripsi
Kemiri
Kemiri tumbuh dengan baik pada
tanah-tanah kapur, tanah-tanah berpasir di pantai. Tetapi dapat juga tumbuh
pada tanah-tanah podsolik yang kurang subur sampai yang subur dan pada
tanah-tanah latosol. Tanaman kemiri dapat tumbuh dan berproduksi baik pada
ketinggian 0 – 800 meter di atas permukaan laut, walaupun dibeberapa tempat
dapat juga tumbuh pada ketingian 1.200 meter dpl. Tanaman kemiri dapat tumbuh
pada lahan datar, bergelombang dan bertebing-tebing curam. Ditinjau dari
kondisi iklimnya, tanaman kemiri dapat tumbuh di daerah-daerah yang beriklim
kering dan basah. Tanaman kemiri dapat tumbuh di daerah dengan jumlah curah
hujan 1.500 – 2.400 mm per tahun dan suhu 200 – 270C.
1. Pohon
Pohon
besar dengan tinggi mencapai 40 m dan gemang hingga 1,5 m. Pepagan abu-abu,
sedikit kasar berlentisel. Daun muda, ranting, dan karangan bunga
dihiasi dengan rambut bintang yang rapat, pendek, dan berwarna perak
mentega seolah bertabur tepung. Dari kejauhan tajuk pohon ini nampak
keputihan atau keperakan.
2. Daun
Daun
tunggal, berseling, hijau tua, bertangkai panjang hingga 30 cm, dengan sepasang
kelenjar di ujung tangkai. Helai daun hampir bundar, bundar telur, bundar telur
lonjong atau menyegitiga, berdiameter hingga 30 cm, dengan pangkal bentuk
jantung, bertulang daun menjari hanya pada awalnya, bertaju 3-5 bentuk segitiga
di ujungnya.
3. Perbungaan
Perbungaan
dalam malai thyrsoid yang terletak terminal atau di ketiak
ujung, panjang 10–20 cm. Bunga-bunga berkelamin tunggal, putih, bertangkai
pendek. Bunga-bunga betina berada di ujung malai payung tambahan; bunga-bunga
jantan yang lebih kecil dan mekar lebih dahulu berada di sekelilingnya,
berjumlah lebih banyak. Kelopak bertaju 2-3; mahkota bentuk lanset, bertaju-5,
panjang 6–7 mm pada bunga jantan, dan 9–10 mm pada bunga betina.
4. Buah
dan biji
Buah
batu agak bulat telur gepeng, 5-6 cm × 4-7 cm, hijau zaitun di luar dengan
rambut beledu, berdaging keputihan, tidak memecah, berbiji-2 atau 1. Biji
bertempurung keras dan tebal, agak gepeng, hingga 3 cm × 3 cm; dengan keping
biji keputihan, kaya akan minyak.
2.2 Kasifikasi Kemiri
Kemiri (Aleurites moluccana),
adalah tumbuhan yang bijinya dimanfaatkan sebagai sumber minyak
dan rempah-rempah. Tumbuhan ini masih sekerabat dengan singkong dan termasuk dalam suku Euphorbiaceae. Dalam perdagangan antar negara
dikenal sebagai candleberry, Indian walnut, serta candlenut.
Pohonnya disebut sebagai varnish tree atau kukui nut
tree. Minyak yang diekstrak dari bijinya berguna dalam industri untuk
digunakan sebagai bahan campuran cat.Tidak diketahui dengan tepat asal-usulnya,
tumbuhan ini menyebar luas mulai dari India dan China, melewati Asia Tenggara
dan Nusantara, hingga polinesia dan Selandia Baru.
Kingdom:
|
|
Divisi:
|
|
Kelas:
|
|
Ordo:
|
|
Famili:
|
|
Genus:
|
|
Spesies:
|
A. moluccana
|
2.3 Manfaat Kemiri
Di dalam inti biji kemiri mengandung 60–66%
minyak. Minyak kemiri mengandung asam oleostearat. Minyak yang mudah atau cepat
mengering ini dapat digunakan untuk mengawetkan kayu, sebagai pernis atau cat,
dapat juga dugunakan untuk melapis kertas agar anti-air. Selain itu kandungan
kemiri juga digunakan sebagai bahan sabun, bahan campuran isolasi, pengganti
karet, dan lain-lain. Minyak kemiri juga dapat digunakan sebagai sebagai bahan
bakar berkualitas lebih rendah . Kemiri juga berguna dalam industri untuk digunakan
sebagai bahan campuran cat dari minyak yang diektrak dari biji kemiri.
Penanaman kemiri kebanyakan hanya untuk memperoleh
minyaknya yang didapat dari buahnya. Setiap pohon akan menghasilkan sekitar
30–80 kg buah kemiri yang
mengandung 15 sampai 20% dari beratnya mengandungminyak yang didapat dengan
cara mengekstrak.
Sementara penggunaan kayu
pohon kemiri dapat digunakan untuk membuat furnitur, peralatan kecil, korek
api, dan juga untuk pulp. Sebagai bahan untuk kayu bakar pohon ini bermutu
rendah maka tidak banyak dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Di beberapa daerah
seperti di Lombok, kayu kemiri juga diolah menjadi papan dan kerajinan tangan.
Dalam bidang medis, di
Pulau Sumatera bijinya dibakar dengan arang, lalu dioleskan di
sekitar pusar untuk menyembuhkan diare. Selain itu kemiri sering juga
digunakan sebagai obat luka dengan mengoleskan minyak yang didapat dari biji
kemiri yang dibakar. Minyak kemiri sering juga dibuat sebagai bahan sampo dan
penyubur rambut yang dibuat dari bahan minyak kemiri.
2.4 Cara Pengolahan Produk Dari Kemiri
Salah
satu olahan produk yang terkenal dipasaran yag berasal dari kemiri adalah
minyak rambut. Ternyata cara pembuatan kemiri menjadi minyak rambut sangatlah
mudah dan dapat kita kerjakan sendiri. Adapun cara pengolahannya,yaitu:
pertama-tama, siapkan kemiri yang sudah dibersihkan dari cangkangnya, kemudian
bakar kemiri hingga gosong seperti arang, kemiri yang sudah gosong tersebut diblender
hingga minyaknya keluar, dan simpan minyaknya dalam wadah tertutup sebelum
digunakan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
2
Minyak yang mudah atau cepat mengering ini
dapat digunakan untuk mengawetkan kayu, sebagai pernis atau cat, dapat juga
dugunakan untuk melapis kertas agar anti-air.
3
Pembuatan produk minyak rambut dari kemiri
ternyata sangat mudah dan dapat
dikerjakan sendiri dengan cara membakar kemiri hingga gosong kemudian di
blender hingga minyaknya keluar.
4
Tanaman kemiri dapat tumbuh pada lahan datar, bergelombang
dan bertebing-tebing curam.
DAFTAR PUSTAKA
Arief.
2001. Hutan dan Kehutanan Cetakan ke 5. Yogyakarta: Kanisius.